SELAMAT DATANG DI TOKO ONLINE MBS.... SILAHKAN ANDA BERBELANJA KEBUTUHAN ANDA DISNI!!! TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA????

Wednesday, November 6, 2013

Butir-Butir Kata Renungan

Berikut ini adalah Butir-butir kata renungan yang mungkin bisa bermanfaat bagi kita semua, Amin...

1. Barang siapa yang tidak kerasan bersama Allah di tengah-tengah manusia dan betah dengan-Nya ketika sendirian dan sepi, maka ia adalah seorang jujur yang lemah. Barang siapa yang betah dengan-Nya di tengah-tengah manusia, namun tidak kerasan saat sendirian, maka dia sakit. Barang siapa yang tidak merasa betah bersama Allah di saat banyak orang dan di kala sendirian, berarti ia adalah bangkai yang harus disingkirkan. Dan, barang siapa yang betah dan tentram bersama Allah di kala sendirian dan di tengah-tengah banyak orang, maka dia adalah seorang jujur yang kuat dalam setiap keadaan.

2. “lentera” hati yang bersih pada asli fitrahnya, bersinar sebelum datangnya syariat yang “minyaknya” nyaris menyala sekalipun tidak disentuh api.

3. Dunia bagaikan seorang wanita pelacur. Dia selalu berganti-ganti pasangan. Ia menyambut semua pria supaya menganggap dirinya orang baik yang tidak rela terhadap sikap ketidakadaan rasa cemburu terhadap keluarga.

4. Berenang di “sungai” dunia sama dengan berenang di kolam buaya.

5. Orang yang bersuka ria karena dunia, sebenarnya orang yang berduka cita. Kepedihan dan duka citanya lahir dari kenikmatannya dan kesusahannya lahir dari kegembiraannya.

6. Ketika orang-orang yang mendapatkan taufik mengetahui nilai kehidupan dunia dan kecilnya kedudukan di dalamnya, maka mereka membunuh nafsu keinginan terhadap dunia dalam rangka mencari kehidupan abadi.

7. Orang-orang yang beriman kepada yang ghaib berpaling dari hawa nafsu yang berhias diri di hadapan tabiat insani. Merekalah yang disebutkan dalam Al-Qur’an : “Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabbnya, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (al-Baqarah : 5) Sedang mereka yang tergoda, terjebak pada gurun penyesalan. Kepada mereka dikatakan : “Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.” (al- Mursalat : 46).

8. Bila akalmu keluar dari cengkeraman hawa nafsu, maka ia akan kembali berkuasa.

9. Bila datang pandangan tidak halal, maka ketahuilah sesungguhnya dia menyalakan api peperangan. Karenanya, gunakanlah selimut ghaddul-bashar ‘menundukkan pandangan’ sesuai dengan perintah Allah berikut ini : “Katakanlah kepada laki-laki beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya……” (an-Nur : 30)

10. “ Samudera ” hawa nafsu jika tidak dibendung, maka ia akan menenggelamkanmu.

11. Seorang penyair bersenandung : “Tidak ada seorangpun yang lebih mulia daripada seseorang yang ditemani amal salehnya dalam kuburnya, ia senang dan ceria dalam taman nan indah tak seperti yang lainnya yang kuburnya adalah penjara baginya “

12. Cahaya akal akan bersinar di tengah kekelaman hawa nafsu shingga tampaklah gugusan kebenaran. Orang yang bijak bestari akan melihat akibat dan kesudahan berbagai perkara melalui cahaya tersebut.

13. Seorang penyair berkata : “ Mata keridhaan akan tumpul terhadap setiap cela, dan mata kebencian selalu memperlihatkan keburukan. “

14. Keluarlah dengan kesungguhan dari pekarangan dunia yang sempit yang penuh dengan serba-serbi bencana menuju pelataran luas yang penuh dengan aneka ragam kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, dan yang disana tidak pernah kehilangan yang di cintai dan selalu mendapatkan yang diingini.

15. Barang siapa yang tidak mau merasakan kegetiran bersama para pencari kemuliaan, pasti ia tidak akan merasakan nikmatnya tidur dalam bawah naungan keagungan.

16. Bila akar makrifat bercokol kuat di bumi kalbu, maka akan tumbuh pohon mahabbah ‘cinta’ yang apabila ia teguh dan kuat, maka ia akan membuahkan ketaatan setiap saat dengan izin Rabbnya.

17. “ Ladang “ fitrah yang luas akan menerima setiap apa saja yang di tanam padanya. Bila “ pohon “ iman dan takwa yang di tanam, maka akan mendatangkan manisnya keabadian, sebaliknya manakala kedunguan dan hawa nafsu yang ditanam, maka akan pahitlah setiap buah yang dimunculkannya.

18. Bukanlah sesuatu yang aneh apabila seorang hamba tunduk dan beribadah kepada Allah dan tidak pernah jemu untuk berkhidmat kapada-Nya sementara ia senantisa butuh kepada-Nya. Yang aneh adalah sang raja menanam rasa cinta pada si hamba dengan selalu menganugerahi aneka ragam karunia dan ihsan-Nya padahal Dia tidak membutuhkannya.

19. Perhatikanlah syair ini : “ Cukuplah kemulianmu bahwa engkau hamba bagi-Nya dan cukuplah kebanggaanmu bahwa Allah adalah Rabbmu.

20. Kesenangan-kesenangan dunia tidak ubahnya permainan wayang di mana si pandir hanya melihat yang lahir sedang yang berakal melihat apa yang ada di balik tabir.

21. Barang siapa yang memandang dengan sekejap manisnya kesehatan, maka akan ringan baginya kegetiran kesabaran.

22. Apa yang berlalu dari dunia hanyalah gumpalan mimpi sedang yang tersisa darinya adalah tumpukan angan-angan, sementara waktu sirna diantara keduanya.

23. Pemilik ketamakan tidak berjalan kecuali di kegelapan hawa nafsu.

24. Orang yang bakhil adalah orang yang fakir yang tidak diberi pahala atas kefakirannya.

25. Teguhnya tekad untuk menggapai cita-cita mendatangkan rasa takut untuk gagal dan mendorong seseorang untuk serius mengamatinya.

26. Janganlah engkau meminta kepada selain tuanmu, karena hal itu mendatangkan keburukan bagimu.

27. Ikatlah dendammu dengan “rantai” kesabaran, karena ia adalah anjing yang akan menggigit bila dibiarkan.

28. Tanamlah pohon khalwat (menyendiri untuk ibadah), pasti akan kaupetik “buah” ketenangan.

29. Kemaksiatan adalah penghalang pintu usaha. Sesungguhnya seorang hamba tidak akan ditaburi rezeki lantaran dosa yang diperbuatnya.

30. Bila engkau berdiri diatas maksud takwa, niscaya engkau akan mendapatkan yang engkau tuju.

31. Jadilah engkau putra akhirat dan jangan menjadi putra dunia, karena yang namanya anak akan mengikuti ibunya.

32. Seorang penyair bertutur : “Sebesar keutamaan seseorang, sebesar itulah musibahnya Itu diketahui melalui kesabaran mananggungnya. Barang siapa yang sedikit kesabarannya terhadap apa yang ditakutinya, maka sedikit pulalah apa yang didapat dari harapannya.”